BEGINI CARA SAYA MERUBAH PENGELUARAN RUTIN JADI PENGHASILAN TAMBAHAN

11.5.17



Menunggu padi yang masih belum juga panen memberikan saya lumayan banyak waktu luang. Anak-anak di kampus pun masih pada bikin tugas akhir, alhasil waktu saya semakin panjang untuk membikin dua-tiga artikel di meja redaksi blog pemalas. Kali ini saya akan memberikan tips bagaimana merubah pengeluaran rutin menjadi penghasilan.

Sebelumnya kita harus analisa terlebih dahulu mengenai pos-pos pengeluaran harian hingga bulanan yang rutin kita setor ke kantor-kantor ataupun loket-loket pembayaran. Setidaknya 4-5 list di bawah ini merupakan pos pengeluaran yang sebagian besar orang rutin melakukannya.

  1. Pulsa dan paket data
  2. Pembayaran PDAM 
  3. Pembayaran listrik 
  4. Tagihan BPJS 
  5. Telkom 
  6. Speedy 
  7. Token listrik 
  8. Tiket kereta 
  9. Tiket pesawat 
  10. Indovision 
  11. Finance (BAF, FIF, MAF, MCF, WOM) 
  12. DOKU wallet 
Nah, untuk melakukan pembayaran ataupun pembelian beberapa tagihan dan keperluan di atas biasanya kita melakukannya lewat loket-loket yang ada di sekitar kita. Tentu tak jadi soal jika kita memiliki banyak waktu luang dan rela mengantri untuk melakukan pembayaran. Namun ada kalanya terdapat kondisi-kondisi mendesak yang tidak mungkin untuk kita melakukan pembayaran di loket. Misalnya saat bepergian, kondisi hujan, jadwal sedang padat, dan lain-lain. Seringkali juga antrian di loket  terlalu lama hingga membuat jadual kita terganggu.
Antrian Pembayaran (ideusahane.blogspot.com)
 
Antrian pembayaran lewat POS (kompasiana rianadewie)

Di jaman yang serba seluler ini, saya pun berpikir bagaimana jika semua keperluan-keperluan di atas bisa dilakukan dengan mudah hanya dengan menggunakan handphone android. Apakah ada aplikasi yang dapat menghandle kebutuhan bayar-bayar tersebut?

Dari sanalah saya bertemu Paytren, dalam aplikasi ini kegiatan bayar-bayar menjadi mudah. Tinggal pencet-pencet hp pun beres. Tak perlu lagi ongkos bensin dan juga bayangan antrian yang menjemukan. Semuanya bisa dilakukan hanya lewat genggaman.

Uniknya, setiap transaksi melalui aplikasi ini ada cashback yang akan menjadi deposit. Sedikit sih tapi kalau diakumulasikan lumayan juga. Tak heran jika minimarket sekelas alfamart dan indomart ikut menjual pulsa, menerima pembayaran BBJS, onlinestore, dll. Ya, karena untungya lumayan gede. Bayangin ada berapa outlet mini market tersebut. Tinggal dikalikan saja dengan orang yang transaksi se Indonesia raya. Jadi nggak heran kan jika indomart ikut njebur buka loket pembayaran online?
Banner pembayaran di indomart
Nah, jika kita punya aplikasi untuk pembayaran sendiri tentunya prosesnya akan menjadi lebih mudah dan hemat. Lantas, Bagaimana cara mendapatkan aplikasinya?

Aplikasi Paytren bisa didownload di Playstore, namun untuk mengaktifkannya kita harus membeli lisensinya sebesar 350rb seumur hidup sekali. Besar juga ya? Ya... awalnya saya pun berpikir demikian. Akan tetapi, setelah saya pertimbangkan lebih jauh lagi dibanding ongkos bensin pp plus ngantri panjang jika diakumulasikan jatuhnya juga lebih mahal dibanding 350rb. Dan ternyata setelah saya beli lisensi, ada potensi bisnis yang baru saya mengerti. Setiap kali ada teman kita yang ikut menggunakan paytren lewat referensi kita, kita diberi reward sebesar 75rb per penjualan. Lihat screenshoot berikut:

Total komisi yang dibayarkan bulan Maret 2017 (klik gambar untuk lebih jelas)
Total komisi yang dibayarkan bulan April 2017(klik gambar untuk lebih jelas)
Ini bukan lumayan lagi, tapi yahud untuk penghasilan sampingan selain tanam padi dan ngajar hahahaha.....

Untuk penjelasan lebih lanjut hubungi WhatApp/sms 08568408690

Artikel terkait

0 komentar